Awal Membuat Tulisan ini ialah melihat semangat teman-teman
seperjuangan di sebuah lembaga dakwah di kampus.Yang mana lembaga dakwah
tersebut adalah lembaga yang berada di garda terdepan dalam mengatasi
masalah moral di kampus ini.Ya,BKMI UNTAN Namanya. Betapa
semangatnya para pemuda yang berada di dalam BKMI Untan ini,semangat
untuk melakukan restorasi,semangat yang didasari dengan rasa ukhuwah
tingkat tinggi.Wajarlah semangat ini mengebu-gebu,karena memang
kodratnya pemudalah yang mereka berjuang dengan deklaratif,proklamatif
dan atraktif,tidak lelah lutut-lutut mereka walaupun diterpa ujian yang
bertubi-tubi.Namun yang berjuang,memperbaiki akhlak mahasiswa di kampus
Untan ini Tidaklah Hanya BKMI.Tidaklah Hanya Jama’ah BKMI ini.Banyak
teman-teman seperjuangan lain yang juga berjuang mempunyai visi yang
selaras,yaitu “Nashrul Hidayah”,menyebarkan petunjuk kepada seluruh
civitas akademika di kampus ini. Terkadang kita merasa berat
berjuang di jalan ini.Ya,karena kita menggangap kita bekerja
sendirian.Kita hanya beranggapan hanya kita yang berjuang di jalan
ini.Padahal tidak hanya kita,tapi banyak juga saudara-saudara kita yang
lain yang juga berjuang bersama kita meskipun meda metode dan prinsip
nya.Namun terkadang kita tidak sadar dan menggangap mereka tidak bersama
kita dalam berjuang dijalan ini.Terkadang juga kita tidak melihat
mereka sebagai teman seperjuangan,tetapi melihat mereka sebagai
rival,sebagai kompetitor kita.Ini yang tidak dibenarkan. Maka
selayaknya lah kita sebagai seorang pemuda pembawa pembaharuan haruslah
membuka hati dan pikiran kita,dan membuang jauh-jauh cara berpikir yang
telah usang tersebut.Bukankah Pemuda itu menepis perbedaan yang ada dan
merangkul sesama akhi wa ukhti?.Sudah selayaknyalah kita berjuang
bersama-sama,berjalan berdampingan dijalan yang sedikit orangnya
ini,dijalan yang penuh dengan oanak dan duri,dan dijalan yang panjang
jalannya,yang tak tampak ujungnya.Maka ketika semuanya saling
berdampingan,tidak saling mencela dan saling menjatuhkan antara yang
satu dengan yang lainnya,maka inilah yang disebut dengan “Romantisme
Dalam Berjuang”.Bukankah steiap muslim itu bersaudara akhi wa
ukhti?.Sesuai dengan jargon kita yang kerap kali kita degungkan seantero
Untan ini “Karena Kita Bersaudara”,Bukanlah kata yang asal,bukanlah
kata yang tak ada arti.Terkandung makna yang luar biasa dari Jargon Yang
sudah menjamur di telinga para civitas akademika di kampus ini.
Maka kita sebagai seorang pemuda,sudah selayaknyalah menjadi pelopor
akan munculnya “Romantisme Dalam Berjuang” di jalan dakwah
ini.ketahuilah wahai akhi wa ukhti,sebuah peradaban besar itu muncul
bukanlah dari hasil karya satu orang,satu gerakan,atau satu
jama’ah,bukan akhi,bukan ukhti.Tapi peradaban besar itu muncul dari
akumulatif karya-karya dari semua gerakan itu,dari semua jama’ah.
Insya ALLAH kemenangan dakwah kampus Untan sudah di depan mata akhi wa
ukhti.tidak hanya Untan madani,tapi menuju Kalbar madani pun sudah
tampak terang di depan kita.Maka mari bekerja bersama-sama dan
bersama-sama bekerja,karena HARAPAN ITU MASIH ADA..
0 comments:
Posting Komentar